BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.
Dalam pengembangan sistem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpanan data dan untuk menghasilkan informasi dengan cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan keputusan untuk segera memutuskan suatu masalah berdasarkan informasi yang ada. Banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antara lain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan, proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi, aplikasi pemrosesan penjualan, pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang, pencatatan data pegawai beserta akrifitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu perusahaan, dan sebagainya. Beberapa informasi pada perusahaan retail seperti jumlah penjualan, mencari jumlah stok penjualan, mencari jumlah stok yang tersedia, barang apa yang paling lakudijual pada bulan ini, dan berapa laba bersih perusahaan dapat diketahui dengan mudah dengan basis data. Pada perpustakaan, adanya aplikasi pencarian data buku berdasarkan judul, pengarang atau kriteria lain dapat mudah dilakukan dengan basis data. Pencarian data peminjam yang terlambat mengembalikan juga mudah dilakukan sehingga bisa dibuat aplikasi pembuatan surat berdasarkan informasi yang tersedia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BASIS DATA
Database atau Basis Data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur, dan juga batasan-batasan data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi dimana basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data, dan juga update yang rumit.
Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), dan menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk.
B. PEMBAGIAN DATABASE
Pembagian database menurut jenisnya:
1.
Basis
data flat-file
Basis
data flat-file ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah.
Pada dasarnya, mereka tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih
file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data
flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan
dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila
digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan
pula untuk menyimpan data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis
data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian
yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.
2.
Basis
data relasional
Basis
data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata
"relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang berada di
basis data dapat dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional
menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas
baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih
tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan
foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan
karena keunggulannya. Beberapa kelemahan yang mungkin dirasakan untuk basis
data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat
kompleksitasnya yang tinggi dan proses pencarian informasi yang lebih lambat
karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar
di beberapa tabel.
C. ISTILAH-ISTILAH BASIS DATA
Dalam penyusunan basis data ada beberapa istilah yang akan sering digunakan. Oleh karena itu, kita sebagai obyek yang mempelajari lebih jauh lagi tentang ilmu pengetahuan basis data sepatutnya mengenal:
1.
Enterprise
ENterprise
yaitu Suatu bentuk organisasi atau lembaga sebuah perusahaan contohnya yaitu
bank, universitas, rumah sakit, dll.
Data
yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu
enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data
pasien
2.
Entitas
Entitas
yaitu Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam
basis data. Tentu saja, entitas ini biasanya mempunya sebuah atribut. Kumpulan
dari entitas disebut Himpunan Entitas (exp. Semua Mahasiswa).
Contoh
Entitas dalam lingkungan universitas yaitu : Mahasiswa, mata kuliah
3.
Atribut
(Elemen Data).
Atribut
yaitu Karakteristik dari suatu entitas atau sebuah komponen bagian dari
Entitas. Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat,
Tanggal lahir.
4.
Nilai
Data (Data Value)
Nilai
data yaitu Isi data / informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
Contoh
Atribut dari entitas Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : agus, arif, dina,
susi.
5.
Kunci
Elemen Data (Key Data Element)
Kunci
Elemen Data / Primary key yaitu Tanda pengenal yang secara unik
mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Pada dasarnya,
Primarykey ini haruslah unik, dan nilai data dari primarykey ini tidak boleh sama
dengan nilai data dengan yang lainnya.
Contoh
Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal
lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
6.
Record
Data
Record
Data yaitu Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh
: kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa
berisikan : “10200123”, “Sulaeman”, “Jl. Sirsak 28 Jakarta”, “8 Maret 1983″.
Kalau
saya boleh menggambarkan, urutannya adalah seperti ini (contoh langsung):
Enterprise ==>>
Entitas ==>> Atribut ==>> Nilai data
universitas
=>> Mahasiswa => nim, nama =>> 11106861, Ade Kurnia
D. FUNGSI BASIS DATA
1. Ketersediaan (availability)
: basis data harus diorganisasi
sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun
secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu lokasi,
tetapi dengan teknologi jaringan komputer file-file data ini secara logis
tersedia bagi penggunanya.
2. Kecepatan dan kemudahan (speed)
: basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan
cepat ketika diperlukan.
3. Kelengkapan (completeness) :
data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat
melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif
terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam
menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data
seperti penambahan field-field data.
4. Keakuratan (accuracy)
: data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat
menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada
penyimpanan (datastore).
5. Keamanan (security)
: sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas pengamanan data
sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh
orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang
boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat
diamankan.
6. Pemakaian bersama (data sharing)
: basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja,
dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi
saja.
7. Effisiensi penyimpanan
(space/storage efficiency) : organisasi basis data dibuat
sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena
duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data
yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan
bidang-bidang fungsional organisasi yang
telah umum menerapkan sistem basis data demi efisiensi, keamanan, keakuratan,
dan kecepatan serta kemudahan dalam pengelolaan data, antara lain adalah:
• Kepegawaian
(personalia)
• Pergudangan
(inventaris)
• Akuntansi
(keuangan)
• Reservasi
(pemesanan tiket, kamar hotel, dsb)
• Layanan
pelanggan (customer services)
• Penjualan
(point of sale di supermarket)
• dan sebagainya
Berbagai organisasi telah menerapkan
basis data dalam sistem informasi-nya, dan berhasil meningkatkan kinerja
organisasi, antara lain:
• Perbankan
• Asuransi
• Pendidikan
/ sekolah
• Swalayan
• Rumah
sakit
• Biro
perjalanan
• Industri
/ manufaktur
• Telekomunikasi
• dan lain lain
Tujuan Basis Data
a)
Membuat
agar user mudah mendapatkan data.
b)
Menyediakan
tempat penyimpanan data yang relevan.
c)
Menghapus
data yang berlebihan.
d)
Melindungi data dari kerusakan
fisik.
e)
Memungkinkan perkembangan lebih lanjut di dalam sistem
database.
E. KOMPONEN SISTEM BASIS DATA
Komponen sistem basis
data terdiri atas:
1. Data
Disimpan
secara terintegrasi, artinya basis data merupakan gabungan dari berbagai macam
file aplikasi yang berbeda yang disusun dengan menghilangkan bagian-bagian yang
rangkap. Sebagai alat penghubung digunakan kunci (key). Dipakai secara
bersama-sama, artinya masing-masing bagian dari suatu data dapat digunakan atau
diakses bersama-sama dalam waktu yang bersamaan oleh pemakai untuk aplikasi
yang berbeda.
2. Perangkat
Keras
Mencakup
peralatan atau perangkat computer yang digunakan untuk pengelolaan sistem basis
data.
3. Perangkat
Lunak
Sebagai
penghubung antara pengguna dan basis data.
4. Pengguna
Dibagi menjadi 4 kategori :
a. System
Engineer
Tenaga
ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data, dan juga
mengadakan peningkatan dan melaporkan
kesalahan dari sistem tersebut.
b.
Database Administrator (DBA)
Tenaga
ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara
keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan
mengaturnya.
c. Programmer
Pengguna
yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML),
yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk
(seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).
d.
Pengguna Akhir
Ø Casual
User (pengguna mahir)
Pengguna
yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program.
Ø End
User (pemakai umum)
Pengguna
yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program
aplikasi permanen yang telah ditulis
Ø Specialized
/ sophisticated User (pengguna khusus)
Pengguna
yang menulis aplikasi basis data non-konvensional, tetapi untuk
keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi Pengolahan Citra, Sistem Pakar.
F. DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)
Sistem
Manajemen Basis Data atau Database Management System atau disingkat DBMS adalah
perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari membuat
database itu sendiri sampai dengan proses-proses yang berlaku dalam database
tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan
dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu jenis DBMS yang
sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS), yang merepresentasikan
data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Sebuah tabel disusun
dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali berkembang perangkat
lunak RDBMS ini, misalnya MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL, Microsoft
Access (MS. Access) dan lain-lain.
Ada
3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan mengorganisasikan data
dalam RDBMS, yaitu :
a. Data
Definition Language: merupakan perintah-perintah yang digunakan oleh
seorang Database Administrator untuk mendefinisikan struktur dari database,
baik membuat tabel baru, menentukan struktur penyimpanan tabel, model relasi
antar tabel, validasi data, dan lain sebagainya.
b.
Data Manipulation Language (DML):
perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada
suatu database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah :
• Penambahan data
• Penyisipan data
• Penghapusan data
• Pengubahan data
c. Data Control Language: berkenaan dengan
cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data,
bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain. Lebih mengarah
ke segi sekuritas data. Misalnya dalam dunia pendidikan atau lingkungan
akademis pada umumnya, sering anda menjumpai pertanyaan- pertanyaan seperti
berikut :
1. Berapa jumlah mahasiswa yang mengambil mata
kuliah Database Management?
2. Berapa mahasiswa yang aktif pada semester
ini?
3. Berapa jumlah
mahasiswa yang berjenis kelamin laki- laki dan yang berjenis kelamin perempuan?
4. Tolong cetakkan Kartu Hasil Studi mahasiswa
dengan nama Dani!
Jawaban
dari pertanyaan- pertanyaan diatas dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, bila
dalam pengelolaan sistem informasi akademik telah menggunakan sistem database.
Tapi akan memakan waktu yang lama jika masih dikelola secara manual. Ini
merupakan contoh kecil yang dihadapi dalam dunia akademis, tentu hal ini juga
akan dihadapi dalam bidang kerja yang lain dengan format dan model yang lain pula.
Tujuan DBMS
Tujuan DBMS
Tujuan
utama dari DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada user
(pengguna). Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data
disimpan, dipelihara, dan tetap dapat diambil (akses) secara efisien.
Pertimbangan efisien di sini adalah bagaimana merancang struktur data yang
kompleks tetapi masih tetap bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui
kompleksitas strukturnya.
· Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS
- Keuntungan penggunaan DBMS antara lain:
- Kebebasan data dan akses yang efisien
- Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
- Integritas dan keamanan data
- Administrasi keseragaman data
- Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
- engurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
- Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.
- .Kerugian
pengunaan DBMS antara lain :
Ø Memperoleh
perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning,
Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai
beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara
berarti
Ø Memperoleh
konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas
penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh
program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi
mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi
daripada jika sebaliknya.
Ø Mempekerjakan
dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat
memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik
diberikan oleh pengeloladatabase.
G. ARSITEKTUR BASIS DATA
Arsitektur
Basis data merupakan suatu kumpulan data yang tersimpan secara sistematik
dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data
tersebut.Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi
pembangunan basis data.
1. Level Arsitektur Basis Data
Menurut
ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
1. Internal/Physical
Level: berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical
storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis
data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan
sebagai sebuah skema internal.
2. External
/View Level: berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi
setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah
programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa
yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user
: bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang
tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada
kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis
data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)
3. Conceptual/Logical
Level: Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual
level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh
basis data.
Tingkatan
level ini dilihat dari cara user dalam memahami atau mengetahui data.
2. Model Basis Data
Model
data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan
antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari sebuah
model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model
data berbasis objek atau model data berbasis record.
A. Model Data Berbasis Objek,
menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis
model data berbasis objek yang umum adalah :
•
Entity-Relationship
Model E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia
nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entity dan hubungan antar
objek tersebut, disebut relationship.
•
Semantic
•
Functional
•
Object-Oriented
Model berorientasi objek
berbasiskan kumpulan objek, dimana setiap objek berisi:
Ø Nilai
yang disimpan dalam variabel instant, dimana variabel tersebut “melekat” dengan objek itu sendiri.
Ø Metode
: operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan.
Ø Objek-objek
yang memiliki tipe nilai & metode yang sama dikelompokkan dalam satu kelas.
Kelas disini mirip dengan tipe data abstrak pada bahasa pemrograman.
Ø Sending
a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek yang lain hanya
dengan memanggil metode dari objek tersebut.
B. Model Data Berbasis Record
basis
data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari
bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu:
1. Model Relasional ( Relational Model),
Model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data
& relasi antar data tersebut.
2. Model Jaringan (Network Model ),
Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record, dan
relasi antara data direpresentasikan oleh record & link.
3. Model Hirarki (Hirarchical Model),
Mirip dengan model jaringan. Data direpresentasikan dalam record dan link.
Perbedaannya adalah, pada model hirarki record-record diorganisasikan sebagai
tree (pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan
& hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
H. BAHASA QUERY FORMAL DAN KOMERSIAL
Bahasa
query yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Dan bahasa
query ini adalah bahasa pada model data relasional yang terbagi menjadi 2:
1. Bahasa Query Formal :
bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis
terdiri dari :
a. Prosedural,
yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara
mendapatkannya. Contoh: Aljabar Relasional, yaitu dimana query diekspresikan
dengan cara menerapkan operator tertentu terhadap suatu tabel/relasi.
b. Non Prosedural,
yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa
menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Contohnya Kalkulus
Relasional, dimana query menjelaskan set tuple yang diinginkan dengan cara
menjelaskan predikat tuple yang diharapkan. Kalkulus Relasional ini terbagi 2:
i. Kalkulus
Relasional Tupel
ii. Kalkulus
Relasional Domain
2. Bahasa Query Komersial:
bahasa query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program
aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly). Contoh
a. QUEL: berbasis pada
bahasa kalkulus relasional
b. QBE : berbasis pada
bahasa kalkulus relasional
c. SQL : berbasis pada
bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional
I. PERANCANGAN BASIS DATA
Perancangan
basis data adalah proses pembuatan (develop) stuktur database sesuai dengan
data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat
dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas
pada bagian sebelumnya. Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan
basis data, yaitu:
a. Mendefinisikan
kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk mengidentifikasi
dan mendeskripsikan data yang dibutuhkan oleh user dalam sebuah organisasi.
Penjabarannya adalah:
1. Mendefinisikan Kebutuhan Data
• Pengumpulan Informasi
• Domain Constraint
• Refrensial Integrity
• Other Business Rules
2. Menentukan Ruang Lingkup
• Pemilihan Metodologi
• Mengidentifikasi User Views
• Model Data Struktur
• Model Database Contraint
b. Rancangan konseptual (Conceptual design)
tujuannya: untuk membuat sebuah model data konseptual (atau arsitektur
iinformasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan iinformasi dari beberapa
user dalam sebuah organisasi.
c. Rancangan implementasi (Implementation
design) tujuannya: untuk memetakan model data logis (logical data
model) ke dalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui
transformasi ER-D ke Relasi.
d. Rancangan
fisik (Physical design). Pada tahap terakhir ini, logical database
structured (normalized relation, trees, network dll) dipetakan menjadi physical
storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
• Model detail oleh Database
Specialists
• Diagram Entity-Relationship
• Normalisasi
• Spesifikasi hardware/ software
Langkah
perbaikan (Stepwise refinement). Keseluruhan proses perancangan pada
perancangan database harus dipandang sebagai satu langkah perbaikan, di mana
perancangan pada setiap tahapan diperbaiki secara progresif melalui perulangan
(iteration). Langkah perbaikan harus dilakukan pada bagian akhir setiap tahapan
sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
J. TEKNIK NORMALISASI
Pengertian
normalisasi ada beberapa yang berpendapat:
a. Istilah Normalisasi berasal dari E. F.Codd,
salah seorang perintis teknologi basis data. Selain dipakai sebagai metodologi
tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9 relasi dalam basis data (dengan
tujuan untuk mengurangi kemubadziran data), normalisasi terkadang hanya dipakai
sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh
metodologi lain ( misalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat
membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang
fleksibel atau mengurangi kefleksibelan.
b. Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam
logikal desain sebuah basis data/ database, teknik pengelompokan atribut dari
suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
c. Normalisasi adalah suatu proses
memperbaiki/membangun dengan model data relasional, dan secara umum lebih tepat
dikoneksikan dengan model data logika. Proses normalisasi adalah proses
pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan
relasinya. Pada proses normalisasi dilakukan pengujian pada beberapa kondisi
apakah ada kesulitan pada saat menambah/ menyisipkan, menghapus, mengubah dan
mengakses pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan pada pengujian
tersebut maka perlu dipecahkan relasi pada beberapa tabel lagi atau dengan kata
lain perancangan basis data belum optimal.
Tujuan dari normalisasi itu
sendiri adalah:
a. Untuk menghilangkan kerangkapan data
b. Mengurangi kompleksitas
c. Untuk mempermudah pemodifikasian data.
Tahapan
normalisasi dapat diurai sebagai berikut:
a. Bentuk Tidak Normal: menghilangkan
perulangan group.
b. Bentuk Normal Pertama (1NF): menghilangkan
ketergantungan sebagian. Bentuk Normal Kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data
dibentuk dalam file flat, data dibentuk dalam satu record demi satu record dan
nilai dari field berupa “atomic value ”. Tidak ada set atribut yang
berulang-ulang atau atribut bernilai ganda (multi value). Tiap field hanya satu
pengertian, bukan merupakan kumpulan data yang mempunyai arti mendua. Hanya
satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata sehingga artinya lain.
b. Bentuk Normal Kedua (2NF): menghilangkan
ketergantungan transitif. Bentuk Normal Kedua mempunyai syarat yaitu bentuk
data telah memenuhi kriteria bentuk Normal Kesatu. Atribut bukan kunci haruslah
bergantung secara fungsi pada kunci utama, sehingga untuk membentuk normal
kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field harus unik dan
dapat mewakili atribut lain yang menjadi anggotanya.
c. Bentuk Normal Ketiga (3NF): menghilangkan
anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional. Untuk menjadi bentuk
Normal Ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk Normal Kedua dan semua atribut
bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Artinya setiap atribut bukan
kunci harus bergantung hanya pada kunci primer secara menyeluruh.
d. Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF):
menghilangkan ketergantungan multivalue. Boyce-Codd Normal Form mempunyai
paksaan yang lebih kuat dari bentuk Normal Ketiga. Untuk menjadi BNCF, relasi
harus dalam bentuk Normal Kesatu dan setiap atribut dipaksa bergantung pada
fungsi pada atribut super key.
e. Bentuk Normal Keempat (4NF): menghilangkan
anomali-anomali yang tersisa.
f. Bentuk Normal Kelima: pengujian untuk
memastikan kebenaran isi tabel dan hubungan antara tabel tersebut.
K. MANFAAT BASIS DATA
Adapun
manfaat database adalah:
1. Sebagai
komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar
dalam menyediakan informasi.
2. Menentukan
kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga infromasi yang
disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
3. Mengatasi
kerangkapan data (redundancy data).
4. Menghindari
terjadinya inkonsistensi data.
5. Mengatasi
kesulitan dalam mengakses data.
6. Menyusun
format yang standar dari sebuah data.
7. Penggunaan
oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa dimanfaatkan
sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
8. Melakukan
perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa diakses atau
dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan login dan
password terhadap masing-masing data.
9. Agar
pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data. Hal ini
bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dan
database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda kepada para pengguna,
programmer dan administratornya.
Contoh Penggunaan Aplikasi Basis Data Dalam Dunia Bisnis
Contoh Penggunaan Aplikasi Basis Data Dalam Dunia Bisnis
o
Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting,
semua transaksi perbankan
o
Bandara : Pengelolaan data reservasi,
penjadualan
o
Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
o
Pabrik : Pengelolaan data produksi,
persediaan barang, pemesanan, agen
o
Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji,
pajak
o
Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan,
jumlah pulsa
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Database
atau Basis Data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam
komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak
(program aplikasi) yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut
Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System
(DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis
Data.
2. Komponen
dasar dalam pembuatan basis data yaitu data, hardware, software, dan user.
Istilah- istilah dalam basis data yaitu: enterprise, entitas, atribut, nilai
data, kunci elemen data, record data.
3. Arsitektur
basis data terbagi atas tiga level yaitu: Internal/ Physical Level,
External/View Level, Conceptual/Logical Level. Tujuan utama dari arsitektur 3
level tersebut adalah untuk menyediakan data independence yang terbagi dua:
Logical Data Independence (kebebasan data secara logika) dan Physical Data
Independence (kebebasan data secara fisik).
4. Untuk
menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data
berbasis objek atau model data berbasis record. Bahasa query formal dan
komersial adalah bahasa pada model data relasional, yang mana model data
relasional merupakan salah satu dari model data berbasis record.
5. Langkah-langkah
dalam perancangan basis data sebagai berikut: mendefinisikan kebutuhan data,
rancangan konseptual, rancangan implementasi, rancangan fisik, langkah
perbaikan.
6. Suatu
teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi
kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi disebut teknik normalisasi.